Selasa, 19 Januari 2010

Morfologi

Morfologi didefinisikan sebagai ilmu tentang roman muka bumi beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Pada dasarnya, morfologi mempelajari bentuk-bentuk bentang alam, bagaimana bentang alam tersebut terbentuk secara konstruksional dan bagaimana bentang alam tersebut dipengaruhi oleh pengaruh dari luar berupa gaya eksogen seperti pelapukan, sedimentasi, air, angin, dan es sebagai agent yang mengubah batuan/tanah membentuk bentang alam yang destruksional dan menghasilkan bentuk-bentuk alam darat tertentu (landform).

Pada kenyataannya bentuk daratan dari bumi ini tidak rata tetapi berlekuk-lekuk yang menyerupai sebuah cekungan. Hal ini dikarenakan oleh tenaga yang berasal dari dalam bumi itu sendiri dan tenaga yang berasal dari luar bumi. Dalam kamus geografi, tenaga yang berasal dari dalam bumi sering disebut dengan tenaga endogen, sedangkan yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen.

1. Tenaga Endogen
Tenaga endogen merupakan semua proses yang berasal dari dalam bumi, seperti aktivitas tektonik berupa pembentukan pegunungan, perlipatan dan pensesaran, aktivitas magmatis, dan aktivitas vulkanisme seperti pembentukan gunung api, letusan gunung api, dan aliran lava.
Tenaga ini biasanya memberikan bentuk pada permukaan bumi dan bersifat konstruktif. Adapun sumber-sumber dari tenaga endogen ini sebagai berikut:

A. Tektonisme
Tektonisme adalah aktivitas yang berasal dari pergerakan lempeng-lempeng yang ada pada kerak bumi (lithosphere). Tektonisme merupakan tenaga endogen yang dapat menyebabkan perubahan letak atau pergeseran lapisan kulit bumi.
a) Patahan
Gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung dalam waktu yang sangat cepat akan menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Hal ini juga dapat terjadi apabila ada tekanan horizontal sangat kuat, kulit buminya tidak elastis, dan disertai tekanan secara vertikal. Bagian muka bumi yang mengalami patahan adalah graben dan horst. Horst adalah patahan naik dan graben adalah patahan turun.
b) Lipatan
Apabila terjadi gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat. Lipatan ini nantinya akan menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan antiklinal, daerah lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal.

B. Aktivitas Magmatis
Aktivitas magmatis adalah segala aktivitas magma yang berasal dari dalam bumi. Pada dasarnya, aktivitas magma dipengaruhi oleh aktivitas tektonik seperti tumbukan lempeng. Produk dari aktivitas magma dapat menghasilkan batuan beku, baik batuan beku intrusif maupun batuan beku ekstrusif.


2. Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang berpengaruh terhadap relief permukaan bumi. Tenaga ini berupa sinar matahari, pemanasan, pendinginan, hujan, air, angin, gelombang laut, dan makhluk hidup. pada umumnya, tenaga eksogen bersifat merusak bentukan-bentukan yang telah dibangun oleh tenaga endogen. Menurut Noor (2005: 18-24) yang termasuk tenaga eksogen adalah :
a. Pelapukan
Pelapukan merupakan proses desintegrasi atau dekomposisi material penyusun kulit bumi berupa batuan. Pelapukan dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim, suhu, serta komposisi kimia penyusun batuan. Salah satu hasil dari pelapukan batuan adalah tanah.
b. Erosi dan Mass Wasting
Merupakan proses pengikisan yang terjadi pada batuan maupun hasil pelapukan batuan (tanah) oleh media angin, air, serta gletser.
c. Sedimentasi
Suatu proses pengendapan material yang diangkut oleh media air, angin, gletser di suatu cekungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar