Selasa, 19 Januari 2010

Morfologi

Morfologi didefinisikan sebagai ilmu tentang roman muka bumi beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Pada dasarnya, morfologi mempelajari bentuk-bentuk bentang alam, bagaimana bentang alam tersebut terbentuk secara konstruksional dan bagaimana bentang alam tersebut dipengaruhi oleh pengaruh dari luar berupa gaya eksogen seperti pelapukan, sedimentasi, air, angin, dan es sebagai agent yang mengubah batuan/tanah membentuk bentang alam yang destruksional dan menghasilkan bentuk-bentuk alam darat tertentu (landform).

Pada kenyataannya bentuk daratan dari bumi ini tidak rata tetapi berlekuk-lekuk yang menyerupai sebuah cekungan. Hal ini dikarenakan oleh tenaga yang berasal dari dalam bumi itu sendiri dan tenaga yang berasal dari luar bumi. Dalam kamus geografi, tenaga yang berasal dari dalam bumi sering disebut dengan tenaga endogen, sedangkan yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen.

1. Tenaga Endogen
Tenaga endogen merupakan semua proses yang berasal dari dalam bumi, seperti aktivitas tektonik berupa pembentukan pegunungan, perlipatan dan pensesaran, aktivitas magmatis, dan aktivitas vulkanisme seperti pembentukan gunung api, letusan gunung api, dan aliran lava.
Tenaga ini biasanya memberikan bentuk pada permukaan bumi dan bersifat konstruktif. Adapun sumber-sumber dari tenaga endogen ini sebagai berikut:

A. Tektonisme
Tektonisme adalah aktivitas yang berasal dari pergerakan lempeng-lempeng yang ada pada kerak bumi (lithosphere). Tektonisme merupakan tenaga endogen yang dapat menyebabkan perubahan letak atau pergeseran lapisan kulit bumi.
a) Patahan
Gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung dalam waktu yang sangat cepat akan menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Hal ini juga dapat terjadi apabila ada tekanan horizontal sangat kuat, kulit buminya tidak elastis, dan disertai tekanan secara vertikal. Bagian muka bumi yang mengalami patahan adalah graben dan horst. Horst adalah patahan naik dan graben adalah patahan turun.
b) Lipatan
Apabila terjadi gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu lama akan menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat. Lipatan ini nantinya akan menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan antiklinal, daerah lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal.

B. Aktivitas Magmatis
Aktivitas magmatis adalah segala aktivitas magma yang berasal dari dalam bumi. Pada dasarnya, aktivitas magma dipengaruhi oleh aktivitas tektonik seperti tumbukan lempeng. Produk dari aktivitas magma dapat menghasilkan batuan beku, baik batuan beku intrusif maupun batuan beku ekstrusif.


2. Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi yang berpengaruh terhadap relief permukaan bumi. Tenaga ini berupa sinar matahari, pemanasan, pendinginan, hujan, air, angin, gelombang laut, dan makhluk hidup. pada umumnya, tenaga eksogen bersifat merusak bentukan-bentukan yang telah dibangun oleh tenaga endogen. Menurut Noor (2005: 18-24) yang termasuk tenaga eksogen adalah :
a. Pelapukan
Pelapukan merupakan proses desintegrasi atau dekomposisi material penyusun kulit bumi berupa batuan. Pelapukan dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim, suhu, serta komposisi kimia penyusun batuan. Salah satu hasil dari pelapukan batuan adalah tanah.
b. Erosi dan Mass Wasting
Merupakan proses pengikisan yang terjadi pada batuan maupun hasil pelapukan batuan (tanah) oleh media angin, air, serta gletser.
c. Sedimentasi
Suatu proses pengendapan material yang diangkut oleh media air, angin, gletser di suatu cekungan.

Tata Guna Lahan

Tata guna lahan adalah sebuah pemanfaatan lahan dan penataan lahan yang dilakukan sesuai dengan kodisi eksisting alam. Tata guna lahan berupa:

Kawasan permukiman
Kawasan permukiman ini ditandai dengan adanya perumahan yang disertai prasana dan sarana serta infrastrukutur yang memadai. Kawasan permukiman ini secara sosial mempunyai norma dalam bermasyarakat. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 0-15% (datar hingga landai).

Kawasan perumahan
Kawasan perumahan hanya didominasi oleh bangunan-bangunan perumahan dalam suatu wilayah tanpa didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 0-15% (datar hingga landai).

Kawasan perkebunan
Perkebunan ini ditandai dengan dibudidayakannya jenis tanaman yang bisa menghasilkan materi dalam bentuk uang. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 8-15% (landai).

Kawasan pertanian
Kawasan pertanian ditandai oleh adanya jenis budidaya satu tanaman saja. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 8-15% (landai).

Kawasan ruang terbuka hijau
Kawasan terbuka hijau ini dapat berupa taman yang hanya ditanami oleh tumbuhan yang rendah dan jenisnya sedikit. Namun dapat juga berupa hutan yang didominasi oleh berbagai jenis macam tumbuhan. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 15-25% ( agak curam ).

Kawasan perdagangan
Kawasan perdagangan ini biasanya ditandai dengan adanya bangunan pertokoan yang menjual berbagai macam barang. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 0-8% ( datar )

Kawasan industri
Kawasan industri ditandai dengan adanya proses produksi baik dalam jumlah kecil maupun dalam jumlah besar. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 8-15% ( hingga landai ).

Kawasan perairan
Kawasan perairan ini ditandai oleh adanya aktifitas perairan, seperti budidaya ikan, pertambakan, irigasi, dan sumber air bagi wilayah dan sekitarnya.

Analisis Agregat dan Analisis Intrawilayah dalam Teori

Analisis Agregat (Agregate Regional)
Analisis agregat digunakan untuk mengetahui gambaran umum konstribusi perkembangan perekonomian suatu wilayah kepada wilayah lain yang lebih luas dimana wilayah tersebut berada pada satu tempat. Dengan demikian, analisis agregat dapat digunakan untuk melihat wilayah sebagai replika dari nasional dengan modifikasi, wilayah dipandang sebagai sebuah unit dalam konteks ruang yang lebih luas.

Dengan analisis agregat kita dapat mengetahui bagaimana tingkat, sumber dan distribusi pendapatan dan tenaga kerja yang terdapat dalam suatu wilayah, data ini sangat penting untuk melihat gambaran umum keadaan perekonomian suatu wilayah dan bagaimana setiap sektor perekonomian menyumbangkan pendapatannya dalam pendapatan suatu wilayah.

Melalui data tingkat pendapatan yang dianalisis melalui analisis agregat, kita juga dapat mengetahui bagaimana komposisi sektor ekonomi berkonstribusi dalam perkembangan perekonomian wilayah tersebut, sehingga kita dapat mengetahui jumlah faktor – faktor produksi (investasi, tenaga kerja) yang tersedia dan bagaimana kualitasnya.

Seluruh data-data tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain, terutama antar sektor ekonomi (backward forward linkage) yang dapat menunjukan pola perubahan aspek-aspek ekonomi dan perbandingan aspek-aspek tesebut terhadap aspek yang terdapat di nasional dan wilayah lain.

Pola perubahan aspek-aspek ekonomi yang terjadi memliki sifat dan intensitas aliran faktor-faktor produksi yang terjadi antarwilayah. Dalam analisa agregat hal ini tidak mendapat perhatian yang khusus, akan tetapi dalam pola tersebut terdapat konsekuensi yang terjadi dari adanya aliran-aliran faktor produksi yang berdampak terhadap perkembangan perekonomian wilayah.

Peran pemerintah dalam perkembangan perekonomian yang dilihat melalui analisis agregat sangat penting, terutama dalam menentukan kebijakan publik, dan administrasi yang berpengaruh terhadap kinerja perekonomian wilayah. Oleh karena itu pola perubahan aliran faktor produksi dan tingkat pendapatan sangat dipengaruhi kebijakan instusional yang berkaitan dengan bagaimana potensi masalah dan peluang yang dapat dilihat dalam upaya pengembangan kondisi perekonomian suatu wilayah di masa depan. Kebujakan pemerintah juga sangat berpengaruh dalam melihat konsekuensi dari kebijakan ini dalam kaitan dengan wilayah lain.

Analisis Intrawilayah
Analisis intrawilayah merupakan salah satu jenis analisis yang melihat secara lebih mendalam apa yang ada di wilayah. Wilayah dilihat sebagai sebuah unit atau penjumlahan dari elemen-elemen yang ada di dalamnya.

Dalam analisis intarawilayah ini, hal yang disoroti adalah bagaimana karakteristik dari tempat-tempat dalam suatu wilayah dan bagaimana interaksi yang terjadi di dalamnya. Analisis dilakukan lebih dalam pada setiap komponen yang ada di dalamnya. Jadi, analisis ini memandang suatu wilayah sebagai kumpulan dari wilayah-wilayah lain yantg skalanya lebih sempit serta masing-masingnya memiliki aktivitas dan karakteristik sendiri-sendiri. Analisis intrawilayah suatu kotamadya berarti menyoroti pokok analisis pada kecamatan-kecamatan yang ada di dalamnya, analisis intrawilayah suatu provinsi berarti menyoroti pokok analisis pada kabupaten-kabupaten yang ada di dalamnya, dan seterusnya.

Contoh hal yang dibahas dalam suatu analisis intarawilayah yaitu bagaimana karakteristik ekonomi di subwilayah dan bagaimana perbandingan diantaranya, bagaimana tingkat pendapatan pada masing-masing subwilayah dan bagaimana kontribusi masing-masingnya terhadap wilayah, bagaimana tingkat konsentrasi dan spesialisasi sektor-sektor ekonomi pada masing-masing subwilayah, dan lain-lain.

Senin, 18 Januari 2010

Kemiskinan dan Kualitas SDM di Kabupaten Pati

Saya termasuk salah satu orang yang beruntung. Bagaimana tidak? Saya bisa bersekolah hingga masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri, saya bisa makan hingga 10 kali sesuka saya, bisa membeli baju satu bulan sekali kalau saya mau, bisa bermain-main dengan notebook setiap waktu, dan bisa … bisa … bisa lainnya. Namun, semua itu terjadi karena adanya dukungan finansial dari orang tua. Tanpa mereka, saya tidak akan mampu menjalani hidup.

Satu hal yang selalu mengganggu nurani saya. Saya tidak bisa adil. Ketika sedang lapar dan makanan belum tersedia, seringkali saya berpikir tentang kaum duafa. Apakah mereka bisa makan hari ini? Bagaimana jika mereka tidak mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari? Akan tetapi, ketika makanan telah terhidang, saya menjadi lupa pada mereka. Pikiran saya seketika berubah menjadi “masa bodoh dengan nasib mereka”. Lalu, apakah saya ini tergolong sebagai penjahat?

Kabupaten Pati dan Kemiskinan
Salah satu dosen saya pernah membacakan daftar perkembangan wilayah kabupateb/kota di Provinsi Jawa Tengah. Hasilnya, tidaklah mengejutkan. Sebagai ibukota provinsi, Kota Semarang merupakan satu-satunya kota yang memiliki perkembangan wilayah yang pesat. Untunglah, Kabupaten Pati tidak terpuruk di peringkat bawah. Kabupaten ini berada pada tingkat perkembangan wilayah yang sedang-sedang saja. Tidak lambat, tetapi juga tidak cepat. Hmm, bisa dibilang kecepatannya mencapai 60 km/jam jika kita sedang mengendarai sepeda motor.

Berdasarkan data yang saya peroleh di BPS (Provinsi Jawa Tengah dalam Angka, 2007), penduduk miskin di Kabupaten Pati pada tahun 2002, 2003, dan 2004 adalah sebagai berikut.

Tabel I.1
Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Pati 2002-2004
Sumber : BPS Kabupaten Pati, 2006

Sedangkan, untuk presentase penduduk miskin dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Sumber : Hasil Analisis Penulis, 2009
Gambar 1.1
Presentase Penduduk Miskin Kabupaten Pati 2002-2004


Dari grafik di atas, dapat kita ketahui bahwa pada tahun 2003 terjadi penurunan presentase penduduk miskin sebesar 1.85% dari tahun sebelumnya. Akan tetapi, angka ini naik sebesar 0.01% pada tahun 2004. Jadi, sekitar 2500 penduduk yang tergolong tidak miskin mengalami perubahan status menjadi miskin pada tahun 2004. Jumlah tersebut kecil apabila kita mengingat total jumlah penduduk Kabupaten Pati yang mencapai 1,1 juta.

BPS juga mengeluarkan indikator kemiskinan yang digunakan untuk menilai keluarga miskin yang layak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Indikator kemiskinan tersebut, meliputi :
• Luas lantai bangunan tempat tinggal bangunan kurang dari 8 m2 per orang.
• Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
• Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
• Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.
• Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
• Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
• Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
• Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.
• Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
• Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari.
• Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas /poliklinik.
• Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 0.5 ha, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp 600.000,- per bulan.
• Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
• Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp 500.000,- seperti sepeda motor (kredit/non-kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Namun, 2500 jiwa ini tidak boleh dipandang remeh begitu saja. Apabila diasumsikan bahwa setiap keluarga memiliki 4 anggota, maka dapat dikatakan bahwa terdapat 650 KK yang menderita kemiskinan. Dengan total 247.900 jiwa penduduk miskin, saya agak sanksi dengan upaya pemerintah kabupaten untuk mengatasi permasalahan ini. Ya, berat juga sih …

Kemudian, presentase penduduk miskin di Kabupaten Pati pada 2002 – 2004, masih selalu berputar-putar pada angka 20%. Nyawa lebih dari 200 ribu penduduk dipertaruhkan di sini. O ya, hampir lupa. Batas kemiskinan memang meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh adanya inflasi yang terjadi dalam lingkup nasional, bukan karena adanya peningkatan taraf hidup masyarakat. Kita pasti sudah paham betul apabila terjadi kenaikan harga barang-barang kebutuhan dan sektor jasa. Misalnya saja, apabila kita membeli gorengan Rp. 1000 dapat 3, tahun berikutnya bisa-bisa kita hanya mendapat 2 potong saja. Itupun dengan ukuran yang lebih kecil daripada sebelumnya. Maklum, saya ini hobinya makan gorengan …

Kabupaten Pati dan Pendidikan
Masih berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPS, pada tahun 2006 ada 632.692 penduduk yang telah lulus SD+ tidak/belum pernah sekolah dan tidak/belum tamat SD, 194.871 penduduk tamat SMP, dan 176.549 penduduk tamat SMA/Perguruan Tinggi/Akademi.

Sumber : Hasil Analisis Penulis, 2009
Gambar 1.2
Presentase Penduduk yang Bersekolah di Kabupaten Pati Tahun 2006


Setelah saya mencoba mengolahnya dengan menggunakan pie chart, waw … hasilnya sungguh sangat mengejutkan. Ternyata, lebih dari 50% penduduk Kabupaten Pati merupakan tamatan SD. Bagaimana ini? Tingkat pendidikan biasanya terkait dengan tinggi rendahnya sumber daya manusia yang dimiliki. Hal tersebut menandakan bahwa kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati masih tergolong rendah. Sebenarnya, saya tidak ingin mengatakan demikian, tetapi kenyataan berbicara lain. Nah, kemudian … bisakah kita asumsikan bahwa rendahnya kualitas sumber daya manusia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati?

Secara umum, Indonesia masih mengandalkan bahan baku dan tenaga buruh yang murah untuk menarik investor, dan begitu pula yang terjadi di Kabupaten Pati. Dengan kualitas sumber daya manusia yang tidak memadai, maka mau tidak mau masyarakat tidak mempunyai pilihan lain selain menjadi buruh pabrik. Pilihan lain yang tidak kalah sulit adalah menjadi petani, nelayan, pedagang. Hal ini pun juga tidak mudah untuk dijalani. Petani membutuhkan lahan + pupuk + bibit, nelayan membutuhkan perahu + jala + solar, sedangkan pedagang membutuhkan warung/kios + barang. Ketiga profesi tersebut memiliki ujung yang sama, ketiganya membutuhkan uang/modal/suntikan dana. Ya kalau usahanya lancar, jika tidak … apa yang akan terjadi?

Dari sinilah awal mula terjadinya kemiskinan. Masyarakat tidak memiliki penghasilan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akibatnya, kualitas hidup menjadi semakin menurun, yang dapat dilihat dari kondis rumah, apakah memiliki jaringan sanitasi yang memadai, ada/tidaknya dapur, bahan pembuat rumah (dinding/bambu/kayu), dan masih banyak kriteria-kriteria lainnya.

Lagu Sedih

Begitu indahnya untuk dikenang
Saat kamu masih … mengejar cintaku
Begitu manisnya tangismu untuk
memohon hadirku ke dalam hidupmu

Katamu kau tak akan tinggalkan aku,
sakiti aku, lukai aku
Tapi, kau ternyata tinggalkan aku sendiri
Katamu kau tak akan pernah duakan hatimu,
cintamu

Kemana perginya kamu yang dulu,
yang maunya selalu dekat dengan aku
Kemana perginya cinta yang dulu
yang pernah kau tikam ke dalam jantungku

Katamu kau tak akan tinggalkan aku,
lukai aku, sakiti aku
Tapi, kau ternyata tinggalkan aku sendiri
Katamu kau tak akan pernah duakan hatimu,
cintamu

Siapa yang tidak kenal dengan lagu sedihnya Mulan? Lagu ini begitu tenar, walaupun sebenarnya aku ga suka ma Mulan …, tapi lagu ini begitu meresap ke dalam jiwaku. Menurutku, ‘lagu sedih’ ini benar-benar lagu sedih, ga hanya judulnya saja. Kok bisa ya? Kok bisa aku mengalami kisah cinta yang sama persis dengan yang diceritakan oleh lagu itu?

Aku begitu menghargai bagaimana dia benar-benar memperhatikanku pada awal kisahku, bagaimana dia mengenalkanku pada dunia. Aku yang tidak tahu apa-apa menjadi mulai mengenal lingkungan luar. Bagaimana aku yang semula hidup dalam ‘sangkar’ menjadi mulai mengetahui indahnya dunia. Secara perlahan dan pasti, dia mulai menyusup masuk ke dalam jiwaku. Aku adalah orang yang tidak mudah untuk jatuh cinta, aku adalah orang yang membutuhkan pembuktian, tak sekedar kata-kata rayuan gombal saja. Namun, kemudian dia meninggalkanku dengan cara yang bahkan sebelumnya aku hanya tahu dari teorinya saja.

Seperti kisah dalam Lagu Sedih, begitu pula dengan kisahku. Hehe, untukku semua itu begitu menyedihkan, karena selama 20 tahun masa hidupku, dia menjadi yang pertama dalam hidupku. Mungkin, hal ini aneh bagi orang lain. Tapi, aku mempunyai prinsip yang mungkin juga aneh bagi kebanyakan orang. Tidak bisa jika tanpa rasa. Jadi, aku terpengaruh oleh Ibu atau juga oleh film-film romantis yang pernah aku tonton. Ketika menjalin suatu hubungan, aku harus memiliki rasa kepadanya, begitu pula sebaliknya. Maka, ketika dia meninggalkan aku, aku sangat terpukul. Tidak tahu mesti bilang apa, kepalaku sampe mumet ga karuan. Akan tetapi, cinta memang tidak bisa dipaksakan, bukan? Ketika cinta di antara kita berdua tidak lagi seimbang, apakah aku akan tetap memaksakan bahwa dia harus kembali menyayangiku? Aku yakin, jawabannya tidak bisa.

Dan begitulah ketika kisah itu dimulai. Begitu pula ketika kisah itu berakhir …

Sabtu, 02 Januari 2010

Pemanfaatan Lahan

Analisis mengenai pemanfaatan ruang meliputi :
  1. Analisis kesesuaian lahan, yaitu analisis untuk mengetahui tingkat kesesuaian wilayah studi dengan kelayakan lahan yang ada.
  2. Analisis ekonomi lahan, yaitu analisis yang berisikan mengenai nilai ekonomi lahan pada tempat-tempat yang berbeda, terutama pada lahan terbangun maupun non terbagun dan pada lahan yang efektif maupun non efektif penggunaannya.
  3. Identifikasi bentuk dan struktur kota, yaitu mengidentifikasi bentuk dan struktur kota berdasarkan data-data yang ada.
  4. Analisis fungsi dan intensitas pemanfaatan lahan, bertujuan untuk mengetahui deskripsi intensitas penggunaan lahan di wilayah studi.
  5. Analisis pemanfaatan ruang, yaitu analisis mengenai pemanfaatan ruang beserta fungsi-fungsi kegiatan diatasnya, sehingga didapatkan ruang kota yang teratur dan tertata.
  6. Analisis kepadatan bangunan, yaitu analisis mengenai perbandingan luas lahan yang tertutup bangunan-bangunan dalam tiap unit lingkungan yang bersangkutan.
  7. Analisis ketinggian bangunan, yaitu analisis penentuan kelayakan tinggi bangunan maksimal yang masih dapat diperbolehkan untuk tiap-tiap unit fungsi. (Laporan Studio Perencanaan Kota, 1998).

Jumat, 01 Januari 2010

Mudah Berganti Pasangan

Apa aku nanti bisa membanggakan diri karena telah berpacaran puluhan kali? Apa orang laen akan menganggapku hebat karena telah berhasil menakhlukkan 100 cowok?


Menurutku, bagi anak mig33, menjalin suatu hubungan hanya merupakan permainan – kesenangan sesaat. Kenapa? Kebanyakan di antara mereka tidak pernah serius ketika memulainya. Menurut obbay_xx, aku biasanya memanggilnya dengan sebutan Mas Obbay – aku nggak tahu nama aslinya, sangat mudah untuk mendapatkan pasangan di dalam suatu komunitas maya mig33 ini, dengan pengertian bahwa hubungan setiap cowok/ceweknya sebagian besar hanya bertahan tidak lebih dari hitungan bulan saja, dan kemudian masing-masing dari mereka akan putus dengan sendirinya dan dalam waktu yang singkat pula mereka mendapat pasangan yang baru – yang berasal dari komunitas mig33 juga. Jadi, seakan-akan hubungan itu berputar-putar di tempat. Mas Obbay juga bilang jika dia tidak akan memilih cewek dari kalangan mig33. Kenapa? Aku tidak menanyakan alasannya, tetapi mungkin saja …

Aku … mungkin adalah korban, atau mungkin juga aku adalah salah satu cewek yang beruntung. Walaupun hubungan itu menurutku sangat singkat, tetapi setidaknya aku pernah mengalami masa-masa yang indah bersamanya. Dan, hal tersebut semakin menambah khasanah hidup, wawasan dan pengalamanku. Dia memang bukan cinta pertamaku, bukan pula cinta terakhirku, tetapi dia mampu membuat hatiku menjadi terang. Kenangan itu tidak akan bisa tergantikan, masa-mas bahagiaku …. Aku memang harus berterima kasih untuknya.

Sebenarnya, ada beberapa orang yang pernah memintaku untuk menjalin hubungan – masih dalam komunitas mig33 tadi. Aka tetapi, aku tidak bisa. Bagaimana mungkin aku berpacaran dengan seseorang yang tidak aku kenal (aku hanya mengenal dia kewat dunia maya)? Aku pun membutuhkan interaksi, tidak hanya sekedar ngobrol lewat chatting. Aku membutuhkan pertemuan demi pertemuan dengan frekuensi yang intens. Mungkin saja jika aku ‘mengiyakan’, kita bisa langsung jadian. Namun, selanjutnya apa? Apa aku nanti bisa membanggakan diri karena telah berpacaran puluhan kali? Apa orang laen akan menganggapku hebat karena telah berhasil menakhlukkan 100 cowok?

Aku yakin, sudah tidak ada rasa sayang yang ‘benar-benar dalam’ di antara mereka yang mudah berganti pasangan. Misalnya saja, aku sayang dengan X sekarang, tetapi 2 bulan kemudian … aku telah ganti menyayangi Y. it’s so impossible! Bagiku, untuk menumbuhkan ‘rasa dalam hati’ saja membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Waktu 2 bulan tidaklah cukup!

Aku mempunyai impian, walaupun aku tahu impian itu tidak akan menjadi kenyataan. Bersama seseorang, aku ingin memandang bintang dari atas bukit, berjalan menelusuri pantai pada saat mentari senja, memandang matahari terbit dari atas gunung. Akan tetapi, tanggapan dia … tidak ada hal seperti itu di dunia ini. Aku terlalu banyak nonton sinetron, padahal aku kan ga pernah nonton sinetron. Akan tetapi, apa aku salah jika mempunyai mimpi?

Kamis, 31 Desember 2009

Visi dan Misi Kabupaten Pati (I)

Pencapaian tujuan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh visi yang telah ditetapkan, yang merupakan gambaran tujuan jangka panjang secara abstrak yang ingin diwujudkan. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dibuatlah misi yang merupakan cerminan dari langkah-langkah konkrit yang hendak dicapai. Oleh karena itu, visi dan misi harus bersifat rasional dan disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi organisasi yang bersangkutan.

Berdasarkan Peraturan Bupati Pati Nomor 25 Tahun 2006 tanggal 1 Desember 2006 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati tahun 2006-2011, dan dalam rangka menghadapi pelaksanaan otonomi daerah, maka visi Kabupaten Pati adalah “Terwujudnya Pati Bumi Mina Tani, Berbasis Keunggulan Pertanian dan Industri yang Berkelanjutan”.

Pelaksanaan visi tersebut ditunjang oleh beberapa misi, antara lain:
a. Mengembangkan pengamalan nilai-nilai agama untuk peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan berbasis kemajemukan masyarakat.
b. Menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan demokratis melalui peningkatan profesionalisme aparatur dan lebih dekat kepada rakyat, serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.
c. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan pelayanan pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
d. Membangun ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan dan pertanian.
e. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
f. Mendorong berkembangnya industri melalui optimalisasi potensi lokal dengan mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan berkesinambungan.

Mengembangkan pengamalan nilai-nilai agama untuk peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan berbasis kemajemukan masyarakat.
Terkait dengan salah satu misi yang dimiliki oleh Kabupaten Pati, saya belum melihat adanya “pengembangan pengamalan nilai-nilai agama” di Kabupaten Pati. Tidak ada upaya yang konkrit untuk mencapai misi tersebut. Kabupaten Pati memang terkenal memiliki banyak kiai yang handal. Misalnya saja, kiai – salah satu penasehat spiritual Presiden SBY yang tersandung kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Apalagi, di Kecamatan Margoyoso banyak sekali pondok-pondok pesantren. Lalu, apakah banyaknya pondok pesantren, kiai, murid pondok pesantren, sekolah islam menjamin terciptanya keimanan dan ketakwaan seperti yang ada di dalam misi?

Walaupun sama-sama terletak di tepi Laut Jawa, Kabupaten pati memiliki karakteristik yang berbeda dengan Kabupaten Demak. Kabupaten Demak telah memiliki akar syariat Islam yang telah tertanam kuat sejak zaman dahulu. Saya juga pernah mendengar cerita jika masyarakat di Kabupaten Demak lebih mementingkan kehidupan akhirat daripada kehidupan duniawi. Hal ini tampak sangat jelas dari adanya bangunan-bangunan masjid yang tergolong mewah, sementara rumah-rumah penduduk yang ada di sekitarnya masih termasuk berkekurangan. Sedangkan, Kabupaten Pati cenderung mengarah pada budaya Islam Kejawen, dengan masih ditemuinya makam-makam yang dikeramatkan, kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mistis dan memiliki kekuatan, misalnya Genuk Kemiri.

Pendidikan agama yang diajarkan di sekolah-sekolah yang dimulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas juga tidak menjamin akhlak murid-muridnya. Ketika saya masih SMA dulu, saya disuruh untuk menghapal ayat Al Qur’an beserta dengan artinya. Ya, saya memang berhasil menghapalnya dengan lancar, tetapi sebenarnya tujuan saya lebih berorientasi kepada ‘nilai agama’. Saya tidak ingin rapor saya jelek, termasuk nilai pelajaran agama sekalipun. Jadi, begitu saya lulus dari SMA, langsung menguap lah semua hapalan ayat-ayat saya.

Begitu pula pada saat peringatan Hari Besar Islam, seperti Nuzulul Qur’an, Idhul Adha, Maulid Nabi Muhammad SAW, di sekolah, saya malah merasa dininabobokkan. Apa setan mengganggu diri saya? Namun, tidak hanya saya saja yang mengantuk, tetapi juga sebagian besar murid yang hadir di acara tersebut. lalu

Lalu, pengamalan nilai-nilai agama apa yang dikembangkan? Kemudian, kemajemukan masyarakat? Saya masih tidak mengerti makna dari kemajemukan itu. Apakah karena adanya perbedaan agama antarpenduduk? Jika memang demikian, kemajemukan itu tidak sepenuhnya tampak di Kabupaten Pati. Hal ini terkait dengan jumlah penduduk agama Islam di Kabupaten Pati mencapai lebih dari 90%.

Menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan demokratis melalui peningkatan profesionalisme aparatur dan lebih dekat kepada rakyat, serta bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.
Mewujudkan sistem pemerintahan yang baik dan demokratis sangatlah sulit untuk dilaksanakan. Ada beberapa prinsip good governance yang harus dipenuhi agar pemerintah dikatakan berjalan dengan baik. Salah satunya adalah transparansi alias keterbukaan. Prinsip transparansi ini sangat penting untuk menghindari adanya KKN di badan pemerintahan. Jadi, masyarakat dapat mengetahui pertanggungjawaban yang dibuat oleh instansi yang bersangkutan melalui media cetak dan elektronik, tidak hanya disembunyikan di dalam lemari arsip seperti yang terjadi selama ini.

Selama ini, masyarakat merasa kesulitas untuk mengakses informasi yang ada di dalam instansi. Apa ada ‘sesuatu’ yang mesti disembunyikan agar tidak ketahuan? Apa ada anggota DPRD/investor/kontraktor yang ‘nakal’?

Menurut misi tersebut, sistem pemerintahan yang baik dicapai dari adanya profesionalisme aparatur dan lebih dekat dengan rakyat. Profesionalisme seperti apa? Secara keseluruhan, birokrasi di Indonesia memang berbelit dan harus melalui banyak pintu terlebih dahulu. Dosen saya pernah mengatakan bahwa uang hasil perpanjangan SIM/STNK itu sebenarnya mengalir kemana? Padahal, di Indonesia sendiri jumlah kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, semakin membengkak setiap tahunnya. Berbagai macam diklan, seminar, maupun pelatihan-pelatihan tidak sepenuhnya mampu meningkatkan profesionalisme pemerintah sebagai pemegang amanat rakyat.

Oh ya, dosen saja juga pernah bercerita … ada 2 orang yang berobat, orang pertama membayar lebih mahal daripada orang kedua karena dia tidak memiliki kartu Askes. Sedangkan, orang kedua menggunakan Askes. Lalu, apa yang terjadi? Pelayanan petugas kesehatan terhdap kedua pasien tersebut berbeda – ada diskriminasi – karena pasien yang memakai Askes tidak mendapat pelayanan yang ramah dan optimal. Petugas kesehatan menganggap, secara sepihak, bahwa penggunaan Askes akan mengurangi pendapatan yang diperoleh oleh RS, Puskesmas, dan lain sebagainya, tempat dimana dirinya bekerja, yang akan berdampak pada berkurangnya tunjangan insentif yang akan diterima petugas tersebut. Padahal, pemegang Askes pun sebenarnya membayar premi kesehatan setiap bulannya yang dipotong dari gaji bulanan, tetapi petugas tidak mau tahu. Walaupun sederhana, ‘senyuman’ mampu menunjukkan keprofesionalan kita dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Bersambung ...

Jumat, 30 Oktober 2009

The Black Side : Drag di Kabupaten Pati

Apa itu drag? Dan, apa itu race? Ketika pertama kali mendengar istilah drag race, saya menganggap bahwa “drag race” itu merupakan dua kata yang menjadi satu kesatuan, tidak terpisahkan. Namun, begitu bertanya kepada salah satu ahlinya, ternyata drag dan race memiliki makna yang berbeda, walaupun keduanya sama-sama mempertunjukkan kelihaian dalam menggunakan sepeda motor.

Drag merupakan suatu balapan dimana para pembalapnya tidak menggunakan alat pengaman apapun. Tidak ada helm atau baju pelindung. Just for fun! menurut mereka. Akan tetapi, bagi saya … bermain drag seperti bermain-main dengan nyawa. Drag memiliki istilah lain sebagai balapan liar. Liar? Artinya, kegiatan ini sebenarnya ilegal untuk dilaksanakan. Tidak ada izin untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, terutama dari pihak kepolisian.

Drag di Kabupaten Pati?
Saya tidak memiliki bukti yang otentik tentang keberadaan para pembalap liar di Kabupaten Pati. Sebenarnya, saya ingin mengambil foto mereka. Namun, sayangnya saya tidak bisa. Saya hanyalah seorang wanita yang tidak mungkin kelayapan di tengah malam buta. Seandainya saya pria, mungkin ceritanya akan lain lagi.

Berdasarkan hasil dengar sana sini, biasanya balapan liar diadakan pada hari Sabtu malam (saya tidak tahu apakah informasi tersebut benar) sekitar pukul 01.00 dini hari, dimana orang-orang sedang menikmati mimpinya masing-masing dan para dragger (saya menyebutnya demikian) justru mencari kesenangan dengan taruhan yang nilainya sangat sangat mahal, tidak bisa diukur dengan uang, yaitu nyawa yang menentukan apakah kita masih hidup di dunia ini.

Ada beberapa tempat yang biasa mereka gunakan untuk melakukan balapan liar, misalnya di Simpang Lima Pati sebelum digunakan sebagai tempat mangkal para pedagang kaki lima, di depan SMA Negeri 1 Pati beserta Keluarga Sehat Hospital, serta jalan lingkar selatan (JLS) Kabupaten Pati. Saya pernah mendengar cerita seram yang mengatakan bahwa pernah ada kepala manusia yang menggelinding masuk ke halaman SMA Negeri Pati. Huff, sungguh mengerikan! Kecelakaan-kecelakaan yang mengenaskan itulah yang menjadikan SMA Negeri 1 Pati menjadi angker hingga sekarang. Selain Jalan Panglima Sudirman, para pembalap juga menggunakan JLS yang hingga kini pembangunannya belum selesai direalisasikan, karena menunggu dana dari pusat yang tidak kunjung turun. Untuk saat ini, JLS masih berupa jalan tanah berdebu dan memang cocok untuk dijadikan menjadi ajang balapan.

Latar Belakang
Ada berbagai macam alasan yang melatarbelakangi adanya kegiatan drag yang penuh resiko dan berbahaya ini. Para dragger yang semuanya berjenis kelamin laki-laki ini merasakan tantangan tersendiri ketika balapan. Saya pun pernah mendengar bagaimana bangganya seorang cowok ketika dia mengebut dan berhasil mendahului sebuah bus malam yang melaju kencang di depan SMA Negeri 1 Pati, tanpa helm maupun pelindung. Betapa mengerikan tindakan yang dilakukannya.

Pencarian Jati Diri
Usia muda merupakan masa pencarian jati diri. Siapakah diri saya sebenarnya. Itulah pertanyaan yang mungkin saja tidak dapat dijawab dengan mudah. Masa-masa remaja tersebut menjadi masa yang rentan akan pengaruh orang lain. kita bisa saja “ngikut-ngikut” tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Banyak di antara mereka yang mencari tantangan tersendiri untuk membuktikan eksistensinya, untuk membuktikan bahwa dia ‘gentle’, pemberani, hingga keinginan untuk mendapat pengakuan dari orang lain.

Konflik Keluarga
Banyak anak yang melarikan diri ke dunia luar karena situasi di dalam rumah yang tidak mendukung. Perceraian, pertengkaran yang terjadi berulang-ulang, perselingkuhan, ayah yang mempunyai istri lebih dari satu, merupakan sederet kisah yang mampu membuat seorang anak pergi dan mencari kenyamann di luar. Home sweet home tidaklah ada di dalam kamus mereka.

Ada seorang cowok bermana Y. Y ini tampan, anak orang berada, mempunyai kekasih seorang putri dokter, tetapi dia tetap saja tidak bahagia. Penyebabnya, ibu Y berselingkuh dengan salah satu pejabat teras di Kabupaten Pati. Y pun marah pada ayah dan ibunya. Ibunya yang tidak bisa setia kepada ayahnya, dan ayahnya yang dianggap tidak bisa “mengendalikan” ibunya. Padahal, sebagai anak cowok, dia membutuhkan ayahnya sebagai panutan. Akhirnya, Y menjadi rusak. Materi memang selalu terpenuhi, tetapi tidak untuk kasih sayang. Salah satu kegiatan yang disukainya adalah balapan, karena dapat menghilangkan semua stres, kemarahan, kekesalan yang aa di dalam hatinya. Terakhir kali saya mendengar berita, Y dikabarkan tewas di arena balapan liar. Padahal, usianya masih sangat muda …

Sungguh sangat disayangkan apabila ada banyak orang yang menganggap dirinya tidak lagi berharga dan kemudian membuang hidupnya sendiri. Berapa banyak pemuda generasi penerus bangsa yang terjun ke dunia balapan liar? Para pemuda yang belum mampu mengontrol dirinya sendiri. Namun, saya pun mengakui bahwa situasi yang mereka alam sangatlah sulit untuk dijalani.

Lingkungan
Apa yang membentuk karakteristik seseorang? Apabila mendengarkan pelajaran Biologi SMA dengan seksama, maka ada dua hal yang berperan penting di dalam kehidupan seseorang, yaitu genetis yang diturunkan oleh keluarga serta lingkungan tempat kita dibesarkan. Nah, saya merasa bahwa lingkungan yang buruk akan mempengaruhi seseorang untuk berbuat buruk. Tergantung diri kita, apakah pendirian kita kuat menghadapi godaan tersebut setiap hari? Apabila banyak teman-teman kita yang mengikuti balapan liar, kemudian mereka mengajak kita ikut, apakah kita akan menolak? Tentu saja akan sangat sulit lepas dari pengaruh teman. Seringkali, kita menjadi takut akan kehilangan teman-teman kita. Apalagi, jika orang tua juga tidak memberikan kontrol yang cukup kuat untuk anaknya.

Solusi
Sebenarnya, yang saya tulis di sini bukanlah solusi, tetapi lebih kepada bagaimana untuk menghambat bertambahnya kawula muda yang terjun ke dunia balap liar. Saya merasa jika para polisi tidak akan sanggup membuat para pembalap jera dan bahkan justru menjadi tertantang untuk mencoba dan mencoba lagi. Misalnya saja, para pembalap ditangkap polisi, kemudian dibina dan pada akhirnya dilepaskan, saya tidak yakin apabila mereka berhenti dari balap liar, karena mereka cenderung telah menganggap bahwa drag adalah dunianya, dengan istiliah “drag is my worlds …”

Oleh karena itu, diperlukan kontrol yang kuat dari pihak keluarhga maupun lingkungan. Orang tua harus memberikan kepercayaan kepada anaknya bahwa anaknya keluar rumah untuk melakukan kegiatan yang positif. Selain itu, orang tua jangan sampai berbuat egois berkaitan dengan konflik yang sedang terjadi di dalam rumah. Pikirkan juga kebahagiaan anaknya, bagaimana perasaan anak menghadapi orang tua yang bertengkar. Kemudian, sebaiknya juga berikanlah lingkungan yang baik bagi perkembangan jiwa anak, seperti sekolah yang baik, lingkungan rumah yang baik, dan lain sebagainya.

14 Tips Untuk Berhenti Merokok

Apa sih yang saya ketahui tentang rokok? Hampir tidak ada, karena memang saya bukan perokok. Namun, yang jelas rokok dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. untuk diri sendiri, rokok dapat menyebabkan ketagihan, resiko terkena kanker paru-paru dan serangan jantung koroner, peningkatan tekanan darah, dan lain-lain. Masalahnya, susah sekali untuk menghentikan kebiasaan merokok ini. Mungkin, salah satunya disebabkan oleh adanya ungkapan bila seorang pria merokok itu keren. Selain itu, katanya rokok dapat mengakibatkan hilangnya nafsu maka. Nah, hal inilah yang kemudian dipakai sebagian orang untuk menjaga berat badannya.

Ada yang salah mengenai persepsi yang telah sangat berkembang di masyarakat. Apakah seseorang yang tidak merokok itu kalah keren ketimbang para perokok? Belum tentu, donk. Pada kenyataannya, saya menganggap ayah saya keren. Beliau tidak merokok, sehingga tidak akan mungkin meracuni keluarga dengan asap nikotinnya yang menyesakkan dada. Di samping itu, secara langsung beliau telah menjaga kesehatan tubuhnya sendiri. Ya, kesehatan itu sangat penting. Akan tetapi, seringkali kita abaikan dan tidak pernah kita syukuri. Seakan, kesehatan itu sudah wajar diberikan pada kita.

Apa itu perokok pasif? Yaitu, orang-orang yang menghisap asap rokok dari para perokok aktif. Kadangkala, perokok pasif tidak menyadari bahwa dia berada dalam bahaya, karena menghirup asap rokok tanpa memakai filter (asap rokok langsung masuk ke saluran pernapasan). Siapa yang patut dipersalahkan apabila perokok pasif jatuh sakit? Tentu saja, para perokok aktif tidak mau dipersalahkan, apalagi disuruh bertanggung jawab. Jadi, sebisa mungkin kita harus menjauhi perokok apabila kita ingin tubuh kita tetap sehat.

Ada baiknya apabila kita memperhatikan tips untuk menghentikan kebiasaan merokok dari Pamela Espeland, antara lain:
1.Memberi selamat kepada diri sendiri
Hanya dengan membaca kiat-kiat ini, berarti kita telah mengambil langkah besar pertama untuk menjadi orang yang bebas dari tembakau.
2.Carilah dukungan
Remaja yang mempunyai teman-teman dan keluarga yang akan menolong mereka untuk berhenti merokok akan mempunyai kesempatan lebih besar untuk berhasil. Kalau kita tidak ingin memberi tahu orang tua atau keluarga bahwa kita sedang merokok, maka pastikanlah bahwa teman-teman mengetahuinya, dan pertimbangkan untuk meminta bimbingan guru BP atau orang dewasa yang kita percaya.
3.Tentukan tenggat waktu
Kita harus menentukan kapan akan berhenti merokok. Katakanlah kepada teman-teman kita bahwa kita akan berhenti merokok pada hari yang telah kita tentukan. Cobalah memikirkan hari itu sebagai hari pembatas antara diri kita yang suka merokok dengan diri kita yang baru dan berkembang yang tidak suka merokok. Tandailah hari itu di kalender.
4.Buanglah rokok kita
Buanglah semua rokok kita, bahkan rokok cadangan yang kita simpan di tempat rahasia. Buang pula semua pemantik api – dengan cara itu, maka akan lebih susah untuk kembali merokok.
5.Cucilah semua baju kita
Buanglah semua bau rokok sejauh mungkin dengan cara mencuci semua baju kita. Jika kita sedang menyetir dan menghirup bau rokok dari mobil, maka segera bersihkan mobil kita juga.
6.Pikirkan apa yang menyebabkan kita merokok
Kita mungkin menyadari situasi-situasi tertentu yang membuat kita ingin merokok, misalnya saat berada di samping sahabat kita yang sedang merokok, minum kopi sambil membaca koran, atau saat berjalan-jalan. Saat kita mulai menyadari situasi-situasi tersebut, maka kita dapat mencoba beberapa macam teknik yang memudahkan kita berhenti merokok, yaitu menghindari situasi-situasi tersebut, mengubah situasi tersebut, serta mengganti rokok dengan makanan kecil (wortel, permen karet, permen, dan lain sebagainya).
7.Antisipasi beberapa gejala fisik
Jika kita sudah terbiasa untuk merokok, maka kemungkinan besar kita akan kecanduan nikotin, dan tubuh kita mungkin akan mengalami beberapa gejala akibat penghentian nikotin ini, meliputi sakit kepala atau sakit perut, rasa malas, gelisah, atau depresi, kurang bertenaga, mulut kering atau sakit tenggorokan, serta keinginan untuk mengemil. Berita bagusnya adalah gejala-gejala tersebut aka menghilang dengan sendirinya – jadi bersabarlah dan jangan menyerah, lalu diam-diam mulai merokok lagi, atau kita akan lebih lama dalam menghadapi gejala-gejala ini.
8.Buatlah diri kita agar selalu sibuk
Menurut pengalaman banyak orang, hari terbaik untuk berhenti merokok adalah Senin, saat kegiatan bersekolah atau pekerjaan yang padat membuat mereka sibuk. Semakin jauh perhatian kita teralihkan dari rokok, maka semakin kecil kemungkinannya kita ingin merokok. Aktivitas yang tinggi juga merupakan suatu cara untuk memastikan berat badan dan energi kita agar tetap terjaga, bahkan pada saat kita sedang mengalami gejala-gejala penghentian konsumsi nikotin ini.
9.Minum banyak air
Air akan menolong tubuh kita untuk mengeluarkan nikotin dari organ tubuh dan akan menolong kita merasa lebih nyaman saat gejala-gejala penghentian konsumsi rokok itu muncul. Dan, pada saat ini, jauhilah kafein yang bisa membuat kita merasa lebih gelisah.
10.Berhentilah pelan-pelan
Beberapa orang menemukan bahwa mengganti rokoknya ke rokok yang kadar nikotinnya lebih rendah dan akhirnya mengurangi jumlah rokok yang mereka hisap setiap harinya adalah cara yang efektif untuk berhenti merokok.
11.Gunakan pengganti nikotin
Jika kita menemukan bahwa tidak ada satu pun strategi-strategi di atas yang berhasil, maka kita mungkin dapat mempertimbangkan mengkonsumsi pengganti nikotin, misalnya permen karet.
12.Berilah hadiah kepada diri kita sendiri
Tabunglah uang yang biasanya kita gunakan untuk membeli rokok. Saat kita telah terbebas dari pengaruh rokok selama seminggu, dua minggu, atau sebulan, maka silakan membeli CD baru, baju, atau buku – apapun yang benar-benar kita suka.
13.Bagaimana jika kita khilaf?
Jika kita sama seperti orang lain, kita mungkin baru mampu berhenti merokok setelah berusaha berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan bahkan tiba-tiba mempunyai keinginan yang sangat besar untuk menyerah. Atau mungkin tanpa disadari, kita telah berada dalam situasi ketika kita merokok dan menyerah pada godaan itu. Mungkin kita akan sempat tergoda untuk menyerah dan memutuskan bahwa kita telah gagal – dan mulai merokok lagi. Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Pikirkan kekhilafan kita sebagai kesalahan, bukan sebagai tanda bahwa kita akan gagal. Catatlah kapan dan kenapa hal itu bisa terjadi dan teruskanlah usaha kita untuk berhenti merokok.
Apakah kita menjadi seorang perokok berat karena satu rokok? Mungkin tidak – hal itu bisa terjadi secara pelan-pelan, dalam waktu yang panjang. Tetaplah ingat bahwa satu rokok tidak akan membuat kita menjadi seorang perokok. Jadi, silakan merokok satu batang (atau bahkan dua hingga tiga batang) setelah kita berhasil berhenti merokok. Dijamin hal tersebut tidak akan membuat kita menjadi perokok lagi.
Ingatlah bahwa diri kita berhenti merokok dan bagaimana kita berhasil melakukannya – atau mintalah seseorang untuk mengingatkan kita akan hal tersebut.
14.Ingatlah : Berhenti merokok itu sangat sulit
Jika kita tidak berhasil pada kali pertama, janganlah menyerah. Beberapa orang harus berhenti selama dua atau tiga kali sebelum mereka benar-benar berhasil berhenti merokok.